Kajian Tafsir PERMADANI Bersama Dr. H. Hasanuddin Hasibuan, Lc., MA Kupas Surah Fushshilat Ayat 19–21

Facebook
Twitter
LinkedIn

Bandar Setia — Persatuan Pemuda Dakwah Qur’ani (PERMADANI) kembali menggelar kajian tafsir Al-Qur’an pada malam ini dengan menghadirkan narasumber utama Dr. H. Hasanuddin Hasibuan, Lc., MA, seorang pakar tafsir dan dosen ilmu Al-Qur’an yang dikenal luas di Sumatera Utara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Buya Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag, selaku pembina PERMADANI, yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para peserta kajian.

Pada kesempatan kali ini, fokus pembahasan tertuju pada Surah Fushshilat ayat 19–21, yang menggambarkan dahsyatnya hari kiamat ketika manusia digiring menuju perhitungan, dan anggota tubuh menjadi saksi atas segala amal perbuatan.

Ayat yang Dikaji

Surah Fushshilat Ayat 19–21

(19)
وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ ٱللَّهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ
“Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.”

(20)
حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka lakukan.”

(21)
وَقَالُوا۟ لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا۟ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنطَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ ۖ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Dan mereka berkata kepada kulit mereka, ‘Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?’ Kulit mereka menjawab, ‘Allah yang menjadikan segala sesuatu dapat berbicara telah menjadikan kami dapat berbicara, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pertama kali, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.’”

Isi Kajian

Dalam penjelasannya, Dr. Hasanuddin menguraikan tiga poin utama dari ayat-ayat tersebut:

  1. Musuh-musuh Allah Digiring ke Neraka (Ayat 19)

Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “musuh-musuh Allah” adalah mereka yang menolak kebenaran, berbuat zalim, dan berpaling dari petunjuk. Penggiringan itu menggambarkan kehinaan dan ketidakberdayaan mereka pada hari perhitungan.

  1. Anggota Tubuh Menjadi Saksi (Ayat 20)

Pada hari kiamat tidak ada lagi ruang bagi dusta. Pendengaran, penglihatan, dan kulit manusia akan memberi kesaksian atas apa yang dilakukan selama hidup. Ini menjadi bukti sempurnanya keadilan Allah.

  1. Anggota Tubuh Berbicara atas Izin Allah (Ayat 21)

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu dapat berbicara jika Allah menghendaki. Manusia tidak memiliki kesempatan untuk menyangkal perbuatannya, sehingga setiap anggota tubuh harus dijaga sebagai amanah Ilahi.

Kehadiran Pembina PERMADANI: Nasihat Buya Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag

Buya Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag selaku pembina PERMADANI menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pemuda. Beliau menegaskan bahwa kajian semacam ini sangat penting untuk membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi.

Beliau juga mengingatkan agar para peserta tidak hanya memahami tafsir secara teoritis, tetapi mampu mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga amanah anggota tubuh dari perbuatan maksiat.

Suasana Kajian

Kajian berlangsung khusyuk, tertib, dan interaktif. Para peserta yang berasal dari berbagai komunitas pemuda tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Sesi tanya jawab di akhir acara memperdalam pemahaman tentang konsep tanggung jawab moral, kejujuran diri, dan keadilan Ilahi pada hari akhir.

Ketua PERMADANI menegaskan bahwa kajian rutin ini adalah bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan ruang pembinaan intelektual dan spiritual bagi generasi muda.

Penutup

Kajian tafsir malam ini memberikan pesan penting bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban, bahkan oleh anggota tubuh mereka sendiri.
PERMADANI berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian Qur’ani dengan tema-tema yang memperkuat keimanan, menumbuhkan akhlak, dan membangun kesadaran dakwah di kalangan pemuda.