PERMADANI dan Ibu-Ibu Pengajian Bandar Setia Gelar Sholat Tasbih, Zikir, dan Tausiah Bersama Civitas Akademika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara

Facebook
Twitter
LinkedIn

Medan – Persaudaraan Mahasiswa Dakwah Indonesia (PERMADANI) bersama Ibu-Ibu Pengajian Bandar Setia sukses menyelenggarakan kegiatan keagamaan berupa sholat tasbih, zikir, muhasabah, tausiah, dan rihlah pada Ahad (31/8/2025) di Masjid Al-Ikhlas, Pekan Senin, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti dengan antusias oleh jamaah serta masyarakat sekitar. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Fadlan Khoiri, kader PERMADANI, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan secara berurutan.

Turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sumatera Utara, Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag., selaku Pembina PERMADANI, bersama jajaran civitas akademika FSH. Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Dekan FSH UIN Sumatera Utara, Ustadz Dr. H. Syafruddin Syam, S.Ag., M.Ag.

Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan tiga amalan penting sebagai bekal menuju kebahagiaan akhirat, yaitu:

  1. Ahsanu Amala (Amalan Terbaik)

    • Istiqomah dalam ibadah dan kebaikan.

    • Berbakti serta patuh kepada orang tua.

    • Jihad fi sabilillah.

  2. Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

    • Sedekah jariyah.

    • Ilmu yang bermanfaat.

    • Doa anak yang sholeh.

  3. Taubat

    • Kembali kepada Allah dengan memperbanyak istighfar serta menyesali dosa-dosa.

Pesan tersebut disampaikan dengan penuh keteduhan, sehingga jamaah larut dalam suasana religius. Antusiasme jamaah terlihat dari partisipasi Ibu-Ibu Pengajian Bandar Setia dan masyarakat sekitar yang mengikuti kegiatan hingga selesai dengan penuh semangat dan kekhusyukan.

Selain mempererat ukhuwah, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian masyarakat oleh civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara. Sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program keagamaan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, serta berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh makna.