Aceh Tamiang,Pusatkampungqurani.com—Persatuan Pemuda Dakwah Qur’ani (PERMADANI) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan penyaluran donasi kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di wilayah Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari kaum muslimin dan muslimat, ibu-ibu perwiritan, serta seluruh jamaah yang turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut.

Rombongan tim PERMADANI berangkat menuju lokasi terdampak bencana pada Selasa, 16 Desember 2025. Dalam perjalanan memasuki kawasan perkampungan, tim dihadapkan pada berbagai pemandangan memilukan — rumah-rumah warga tampak roboh, rusak berat, bahkan ada yang hanyut terseret arus. Kondisi ini memberikan gambaran nyata mengenai besarnya dampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sesampainya di lokasi, Ketua PERMADANI Sumatera Utara, Ust. Untung Aulia Safri Sitorus (UUSS), memimpin langsung penyerahan bantuan kepada warga. Dalam kesempatan tersebut, beliau berdialog dengan beberapa korban untuk mengetahui kondisi mereka secara langsung. Salah satu warga, Bapak Syafaruddin, menceritakan pengalaman tragis yang dialaminya pada Rabu, 26 November 2025, ketika banjir bandang datang secara tiba-tiba.

Menurut penuturan beliau, air naik dengan sangat cepat, membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri. Akibatnya, mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga seperti dokumen penting (ijazah anak, kartu keluarga, dan dokumen lain), pakaian, maupun alat rumah tangga. Rumah miliknya pun dilaporkan rusak parah dan terseret banjir hingga berpindah puluhan meter dari lokasi semula.

Hingga saat ini, sebagian besar warga masih bertahan di gubuk-gubuk darurat yang mereka dirikan sendiri. Tempat tinggal sementara tersebut sangat jauh dari kata layak dan tidak mampu melindungi mereka dari cuaca maupun kebutuhan dasar lainnya. Kondisi ini semakin diperparah oleh putusnya aliran listrik dan layanan komunikasi yang telah berlangsung lebih dari 20 hari.

Sebelum memasuki wilayah terdampak, tim PERMADANI telah berkoordinasi dengan salah satu tokoh masyarakat setempat, Wak Baskom, untuk mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak bagi warga. Berdasarkan hasil pemantauan dan keterangan dari masyarakat, terdapat beberapa kebutuhan utama yang sangat diperlukan, antara lain:

  1. Lilin — mengingat listrik masih padam dan warga tidak memiliki alat penerangan memadai.

  2. Tikar dan perlengkapan tidur — untuk menunjang istirahat warga yang kini menempati tempat penampungan darurat.

  3. Perlengkapan bayi — seperti popok, minyak telon, pakaian bayi, dan kebutuhan dasar lainnya.

  4. Makanan siap saji atau makanan kering — yang mudah didistribusikan dan tahan lama.

  5. Air bersih — yang masih sangat sulit diperoleh warga untuk minum maupun keperluan sehari-hari.

Penyaluran bantuan dari PERMADANI Sumut ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Desa Alur Manis dan sekitarnya yang terdampak bencana. Ust. Untung Aulia Safri Sitorus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, serta mengajak seluruh pihak untuk terus membantu warga Aceh Tamiang hingga situasi kembali pulih.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit mengurangi kesulitan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu, saling membantu, dan memperkuat ikatan kemanusiaan,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk para korban serta harapan agar wilayah tersebut dapat segera bangkit kembali.